Tampilkan postingan dengan label shock culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shock culture. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2013

Sekali Saja (makan nasi)

penderitaan akhir bulan tidak hanya didapati saat duduk jadi mahasiswa saja ternyata. sudah kerja seperti sekarang ini saya juga mengalami (lagi) ternyata. hyuh! rasanya tanggal muda itu pengen segera datang. pengen segera mengakhiri hidup dalam jatah makan nasi yang mengandalkan makan siang di kantor. ya bener, mulai sabtu yang lalu saya makan nasi sehari sekali. ayoo dong bulan ini dipersingkat :3


Jumat, 22 Februari 2013

Jangan Nyari Makanan Manis di Jawa Timur

orang mengenalku kadang hanya karena aku nggak doyan (nggak bisa) makan pedes. bahkan pernah waktu masih di jogja makan mie rebus di burjo (bc: warung nonstop) minta ke aa' burjonya biar aku sendiri yang ngasih bumbunya. ya selain pedesnya nggak usah dipake biar nggak keasinan juga :)

ya aku memang nggak bisa makan pedes. kalopun bisa kadarnya mungkin sedikit. beda sama orang sumatera atau jawa timuran. pernah waktu parah-parahnya dalam 1 pekan aku nggak bisa makan. makan nggak pedes pun muntah keluar lagi. sampe dicek virus thyfuss (nggak tau bener apa nggak nulisnya) dan ternyata enggak. konsultasi ke temen anak gizi disuruh terapi makannya bubur dan dikit-dikit dulu.

setiap kena makanan pedes pasti muntah. itupun pernah kejadian saat bareng-bareng dengan temen, habis kena pedes muntah, beuh~

dari saat itu, aku meminimalisir makan pedes. bahkan menghindari. tapi sesampainya di perantauan kediri, jawa timur semuka makanan pedes dan nggak ada yang lain. kadang makan pedes dipaksa hanya demi makan nasi. biskuit dan hanya biskuit yang nggak pedes. menu makan siang di kantor pun pedes. fine!

jangan nyari makanan nggak pedes di jawa timur, apalagi cari makanan manis (legits) macam gudeg. nggak ada! 

*ditulis saat sakit perut habis makan nasi tumpang pecel

Rabu, 13 Februari 2013

Rabu dalam Dilema

kacamata dalam tinta~

bisa jadi hari ini matahari belum bisa bersinar terang
bahkan gelap tanpa nyala cahaya disekitarnya
hitam, tidak tampak jelas untuk memandang

seringnya aku lebih memilih untuk diam
menunggu waktu tepat itu datang!
entah waktu untuk maju,
atau malah mundur

Allah sebaik-baik pengatur segala sesuatu.
dengan cara terbaik Allah-lah saya bisa menghirup udara kediri hari ini.
terus berprasangka baik pada-Nya,
Allah maha mengatur segala-galanya