Tampilkan postingan dengan label famili. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label famili. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Your Message, 2 Years Ago

foto lebaran terakhir mama (2011)
dulu. hari ketiga setelah mama tidak ada, saya mimpi (entah yang seperti ini gimana secara syariat) mama datang ke rumah. menemui saya untuk pamit dan menyampaikan pesan terakhir untuk saya dan keluarga. rasanya mimpi itu memang tak seperti mimpi biasa. ah entah. bisa jadi hanya sekedar bunga tidur saja, karena terlalu rindu dan belum siap berpisah. semua serba mendadak. pagi hari, satu jam sebelum beliau jatuh sakit dan satu jam berikutnya tidak sadar (koma), saat pamit ke jogja, mama sehat-sehat saja. ternyata itu jadi percakapan terakhir kami.

terlebas dari benar atau salah tentang mimpi itu, saya tidak mengabaikan juga. pesannya bagus dan tidak neko-neko. andai saja benar, mungkin beliau datang ingin pamitan untuk terakhir kalinya. supaya saya tidak bertanya-tanya lagi "kenapa?". empat wasiat itu, saya diminta segera menyelesaikan kuliah, kedua segera bekerja setelah lulus, kemudian segera bangun rumah sendiri, dan menikah. saya sempet menanyakan tentang dimana saya harus bangun rumah, beliau menjawab di rumah yang sekarang. aah.. 
-__-

selain berpesan untuk saya, saya menanyakan juga pesan untuk keluarga. dan pesannya sangat masuk akal, meski normatif. tentang mendidik anak-anak, berlaku pada suami, berumahtangga, dan bersosialisasi.

bagi saya mama itu katalisator di rumah. aah semuanya deh. tumpuan beban-beban keluarga. tapi pasca itu kami tersadarkan, terlebih saya jadi belajar banyak tentang hidup mandiri, tentang hidup. kita harus menjadi orang yang kuat, dan selalu bermanfaat untuk orang lain.

dan semalam saya mimpiin beliau lagi. mimpi tiduran dipankuannya, seperti yang biasa saya lakukan dulu. entah, bisa jadi karena merindukannya. semoga kita bertemu di surga, maa.. 

hari ini 11-03-2014 tepat dua tahun saya dipisahkan dengan malaikat di dunia ini. :( Allahuyarham..

semoga Allah melapangkan kuburnya. menerangi dengan cahaya kemuliaan. dan memberikan surga untuknya. aah, semoga saya bisa menjadi anak kebanggaannya. meneruskan cita-cita luhurnya. dan terus mendoakannya.


***
ditulis dengan soundtrack lagu 'mother how are you today?' --was writen by May, Alice.

Mother, how are you today?
Here is a note from your daughter.
With me everything is ok.
Mother, how are you today?
Mother, don't worry, I'm fine.
Promise to see you this summer.
This time there will be no delay.
Mother, how are you today?

I found the man of my dreams.
Next time you will get to know him.
Many things happened while I was away.
Mother, how are you today?

Rabu, 29 Mei 2013

Pekerjaan Rumah

beberapa kali pulang ke rumah selama merantau di kediri, ternyata ada sesuatu yang baru saya rasakan. lagi-lagi karena di rumah tinggal ada bapak seorang, saya tidak boleh lagi bermalas-malasan untuk bangun pagi. bikin air panas (entah buat apa, ternyata ini pekerjaan nomer wahid yang harus dikerjakan setelah mata terbuka sehabis wudhu untuk sholat subuh), mengumpulkan gelas dan piring kotor dan dicuci, menyapu, beres-beres rumah. ya, menyelesaikan semua pekerjaan rumah. kadang cepet-cepetan sama bapak, semacam kompetisi. siapa cepat dia yang dapat.

semakin kesini saya merindukan aktivitas itu. merindukan pekerjaan rumah. semoga tahun depan saya bisa stay di klaten. hidup bersama bapak.


Senin, 11 Maret 2013

Menunaikan Pesan (terakhir) Nyokap

mungkin ada yang bosan setiap kali saya menceritakan ibu saya. entah, bagi saya ibu adalah salah satu manusia super power. teladan lah! ;D #hugmom. kalo ada teman saya cerita, "bagiku, ibuku yang manusia biasa. kadang punya sisi kekanak-kanakkannya. malah kadang aku yang ngerasa lebih dewasa dari ibuku. aku yang menasehati ibuku."

ya itu temen saya, beda dengan saya.

hari ini 11 Maret tepat satu tahun yang lalu mama meninggalkan saya, keluarga. sejujurnya mengagetkan. tapi siapa yang tahu kapan ajal itu akan datang. meninggalkan wasiatpun tidak. entah mimpi itu bunga tidur dari kelelahan atau rasa rindu yang saya rasakan saat itu. beberapa hari setelah mama nggak ada (mungkin H+5) saya sempat bermimpi bertemu mama di depan rumah. percakapan yang tidak panjang, mama sempat mengucapkan pamitan, dan berpesan beberapa hal ke saya. 

lewat tulisan ini saya ingin cerita ke mama, tentang pesannya.

ma, alhamdulillah dua pesan mama sudah tercapai. tanggal 11 Oktober 2012 lalu saya melewati sidang pendadaran dengan lancar dan 20 November 2012 diwisuda. mungkin ini moment yang mama tunggu-tunggu. dan saat ini sudah bekerja ma. alhamdulillah dari wisuda sampai dipanggil kerja tidak menunggu lama..

semoga dua pesan mama yang lain segera saya tunaikan. bangun rumah dan menikah :)
i love you ma :) #hugmom

Allahummaghfirli walidayya warhamhuma kamarabbayyani shaghira

Jumat, 08 Maret 2013

Menjadi Dewasa itu (terkadang) Tuntutan


Setiap diwisuda, semua mahasiswa menginginkan foto bersama orangtua, bapak dan ibu yang tercinta. Tapi rupanya Allah berkehendak beda, moment wisudaku  harus berlangsung tanpa dihadiri ibu. 11 Maret 2012, genap satu tahun yang lalu beliau pulang di panggil Allah swt. Allahuyarham.


Aku berharap ibu tetap bangga, ikut merasa bahagia seperti yang dirasakan bapak dan orangtua teman-teman wisudawan (wati) periode November 2012 tahun lalu.


Kini banyak hal yang harus berubah. Terlebih status sosialku yang sudah bukan mahasiswa lagi. Teringat pesan bapak kala itu kami ngobrol-ngobrol santai di depan rumah, “saiki yo sing mandiri le, mulai berpikir dewasa.” Aku tahu betul kenapa bapak bilang begitu. Bapak tahu aku begitu manja (*maklum sih anak terakhir –ngeles ;p), setiap pulang (dari Jogja) lengket banget dengan ibuku. Ngerangkul lah, tiduran di pangkuannya lah, minta ambilin makan lah. Ya begitulah. Ya, setelah itu? :o

Terlebih kini aku sudah bekerja. Perubahan status sosial yang menuntut perubahan. Tidak ada alasan untuk manja-manja lagi. Ya kini saya sudah (harus) dewasa ;D

*first time ngeblog di kantor, tapi di luar jam kantor kok (bc: nelat pulang)

Selasa, 08 Mei 2012

Rindu Ibu~

entah apa atau bagaimana kesimpulan perasaanku hari ini, lebih tepatnya random mungkin. acak dan tidak teratur. kadang aku senang dan tiba-tiba muram tak mengerti, tak jelas akhirnya. banyak hal yang aku lalui hari ini, senangnya hati ini bisa berjumpa dengan rekan-rekan baru yang akan berjuang sama-sama di BIMO tahun ini. semoga Allah menjaga semangat-semangat ini hingga kelak nanti entah kapan.

menemui beberapa orang, becandaan di kosan, nungguin angga ngedit tulisan, dan beberapa ngupdate tulisan di twitter, facebook, maupun di web yang akunya masih amatiran -____- ah, entahlah.. dijalanin saja! ribet emang  ini mendadak dan harus di blow-up. jadwal bimbingan mundur, nyuci baju ketunda, agenda beberapa hal terpaksa ikut mundur. kerja media adalah kerja serba mendadak dan bekerja dalam tekanan. huh~

yah, menikmatinya adalah solusi terbaik saat ini.

mungkin perasaan berbeda jadi males tiba-tiba mood gak bagus setelah kakak sms yang mengawalinya dengan nanya kabar itu. sms panjang lebar gitu lah. yah tiba-tiba saja hal itu mengingatkan sosok mamah hadir dalam angan-angan,yaa mamah sudah gak ada! itu berarti aku sudah tidak boleh banyak mengeluh. sudah harus mandiri dimanapu. ah, beneran kerasa banget dah, kalo temen saya yang juga ditinggal ayahnya sehari setelah mamah gak ada "sakit rasanya ditinggal orangtua, sempet berfikir kalo gak ada orang tua gimana hidup selanjutnya" akupun merasakan hal yang sama juga. yaa, mikir realistis sih.. alangkah egoisnya kita mikirin diri kita sendiri kalo cara mikirnya seperti itu, ngerasa kehilangan itu BANGET, apalagi sosok ibu yang yaah apapun aku ceritanya ke baliau, minta apapun ke beliau. paling-paling endingnya banjir kemana-mana. oke lah ketika aku masih punya empat keluarga kakak, dan bapak. tapi jelas mereka bedaa sama ibu :( bagiku orang yang paling deket adalah beliau, paling mengerti, paling semuanyaaaaaa :(

ah, aku harus segera bangkit dan bergerak!! aku laki-laki yang harusnya bisa melakukan hal-hal yang lebih.  mamah saja bisa melakukan banyak hal. contoh!! fuuh, gak bisa nahan nangis kalo udah keinget sama orangtua apalagi mamah! maa, ari kangen mamah...

Minggu, 22 April 2012

Mama, wanita penghebatku

ah,ini  foto saat aku masih semester 2
beberapa tahun lalu.
i l o v e y o u m a m a :*
#RinduPelukanMama, semoga kelak kita berkumpul kembali di Syurga

Jumat, 06 April 2012

Kepergian Mama


sabtu pagi itu menjadi saksi, pagi yang ternyata menjadi moment terakhirku dengan mama. saat pamitan balik jogja, mama nampak seperti biasa. semalaman bermalam tidur didepan TV bersama beliau sama sekali tidak mengeluh apapun yang menunjukkan kalo mama sakit. dengan wajah segarnya pagi itu menyiapkan sarapan dan melakukan aktivitas pagi hari layaknya hari-hari biasa. karena mama memang tidak sakit. saat pukul 06.30 nova (ponakan) datang menjemputku untuk berangkat bareng ke kota, aku pamitan ke mama seperti biasanya. tak menyangka pagi itu mencium tangan mama terakhir kalinya :(

sesaat sampai Jogja, perjalanan satu setengah jam yang ditempuh dengan bis antar provinsi. sekitar pukul 08.30 ada telfon, kirain mau ngomongin barang yang beberapa hari lalu dipesannya. ternyata "mama di tegalyoso (RSUP Suradji Tirtonegoro, Klaten) kondisinya kritis, kalo bisa pulang sekarang!!". sontak aku nanya "kenapa? kok bisaaaa?!!" tanpa pikir panjang aku beresin laptop dan pulang lagi. sepanjang perjalanan air mata tak bisa dibendung, rasanya sedih kalo mama sakit. apalagi mama yang notabene belum pernah mengidap penyakit serius, mgkin ini pertama kalinya mama masuk IGD.

sesampainya di RS, ada sodara yang nungguin diluar dan beberapa tetangga yang ikut nganter saat mama rame-rame di bawa ke RS. di dalam ruangan IGD ada mbak ani dan kakak pertama yang duduk, nungguin mama dilakukan tindakan. aku lihat mama terbaring di ranjang dan sudah tidak lagi sadar. mama sudah dalam keadaan koma. pertama disambut kakak, dengan meneteskan air mata beliau bilang "sing sabar yo le.." ~ "sabar ya dek..".

isak tangis kesedihan tak bisa ditahan diruangan IGD itu, melihat mama terlentang dengan dengan balutan alat oksigen, selang infus, pemacu detak jantung, dsb di ruangan IGD. teringat semua kebaikan mama yang belum sempat terbalas, teringat masih sering merepotkan mama, teringat mama belum sempat menikmati hasil jerih payahnya banting tulang agar aku bisa kuliah sampai selesai. air mata yg tak berhenti menetes saat mama hampir 5 jam diruangan gawat darurat.

saat mama dipindahkan keruangan bangsal, suster pun lagi-lagi bilang "ini kondisi pasien sudah kritis, akan tetap kita rawat dengan baik. semoga ada pertolongan Allah. banyak-banyak berdoa ya Bu" suster yang mencoba menenangkan kakak.

malam minggu, ya.. nonstop aku gak ingin tidur. tilawah dan rentetan doa untuk mama, untuk kesembuhan mama, untuk mama yang terbaik. malam itu beberapa saudara dan tetangga datang untuk melihat mama, melihat kondisi mama. tak hentinya air mata menetes, bukti besarnya cinta kami ke mama. sekalinya mama sakit langsung koma seperti ini, membuat kami sedih :(

pagi harinya, jam 7 detak jantung mama semakin lemah. Rabb~

bacaan surat yasin, bacaan talqin tak henti-hentinya kami bacakan dengan isakan tangis. bapak yang waktu pagi itu masih di jakarta. sampai akhirnya pukul 08.30 pagi itu 11 Maret 2012 mama menghembuskan nafas terakhirnya :'(. berharap mama khusnul khotimah, mama mendapat tempat terbaik di Syurga Allah swt. Allahummaghfirlaha warhamha wa'afihi wafuanha~ i love you, mama :*:*:* :'''(

Kamis, 01 Maret 2012

Afifah Mughny Ramadhani

ini ponakanku yang keenam, dari kakak nomer dua.
yang diberi nama indah Afifah Mughny Ramadhani yang lahir tanggal 12 Agustus 2011.
kini usianya 7 bulan kurang 10 hari kira-kira. 

pemilihan nama itu aku turut andil didalamnya. ikut rembukan memberikan nama terbaik buat si kecil yang lahirnya harus di RSUP itu. memberikan nama pada seorang anak tidak boleh sembarangan lho! karena nama adalah doa, karena nama adalah identitas yang akan dibawa selama hidupnya didunia. akhirnya ayahnya menyepakati mengambil nama Afifah Mughny Ramadhani. lahirnya tepat di bulan suci Ramadhan, sebelum merasakan kesakitan ibunya masih mencoba untuk berpuasa sebelum akhirnya batal. luar biasa. kami semua berharap si kecil ini kelak menjadi seorang wanita yang kaya, tidak hanya kaya harta, tapi juga kaya imannya, kaya hatinya, kaya ilmunya, kaya wawasannya, kaya akan pengetahuan. semoga jadi wanita yang suci, yang memiliki harga diri :)

saya suka memanggilnya dengan nama ifah, terkesan anggun dan ramah.
dia bayi yang lincah, lucu, dan pintar, haha. bayi yang ngegemesin dan jarang nangis.
kini dia sudah merangkak.


semoga jadi anak yang sholihah nantinya. cerdas dan berakhlak mulia.
aaa.. dia punya cerita tersendiri sebelum lahir ke dunia. kamu anak yang sangat lucu nak :)

jadi anak yang pintar ya! semoga kamu besok jadi dokter :*